Perwira TNI Pertama Selesaikan Pendidikan RCDS dan Postgraduate Certificate King’s College London

“Perwira TNI Pertama Selesaikan Pendidikan RCDS dan Postgraduate Certificate King’s College London”

 -London, 15 Juli 2020-

London. Royal College of Defence Studies (RCDS) adalah pendidikan yang setara dengan pendidikan Lemhannas di Indonesia. Pendidikan ini juga diikuti oleh siswa-siswa dari beragam institusi militer dan non-militer. Sejak mengirimkan siswanya pertama kali pada tahun 1984, Indonesia telah memiliki 24 orang lulusan RCDS. Beberapa di antaranya adalah Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI, Mayjen TNI (Purn) Daniel Ambat yang sempat menjadi Pangdivif-1 Kostrad hingga Mayjen TNI Jani Iswanto, Aslog Kasad, maupun Mayjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo, Kapus Bekang TNI AD, saat ini.

Proses pengiriman personel yang mengikuti pendidikan ini sangat ketat. Selain harus mengikuti sejumlah rangkaian tes, calon siswa juga harus punya rekam jejak penugasan yang baik karena diproyeksikan menjadi pimpinan di institusinya masing-masing.

Setiap tahunnya Indonesia mengirimkan satu orang perwira TNI untuk mengikuti pendidikan ini yang diwakilkan oleh matra (AD/AL/AU) secara bergantian. Tahun ini Indonesia mengirimkan siswa yang merupakan seorang perwira TNI AD, Kolonel Kav Agustinus Purboyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Danrem 052/Wijayakrama Jakarta.

Kolonel Agustinus menjadi perwira TNI yang untuk pertama kalinya berhasil menyelesaikan program Postgraduate Certificate in Security and Strategy for Global Leaders, yang diselenggarakan oleh King’s College London (KCL) bersamaan dengan pendidikan RCDS yang ditempuhnya. Untuk bisa lulus program ini, siswa RCDS juga harus mengikuti seleksi yang sangat ketat dan secara konsisten harus mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. Wajar jika hanya sebagian kecil siswa RCDS yang bisa mendapatkannya.

Selama satu tahun tinggal di London, Kolonel Agustinus mengikuti 27 modul pendidikan yang ditempuh dalam 4 Term berbeda yaitu: Term 1 untuk materi Future Strategic Context, Term 2 terkait materi Strategy & Strategy Making, Term 3 tentang materi Global Understanding & Strategic Issues, dan Term 4 yang membahas materi yang terkait Culmination. Selain keempat Term tersebut, peserta didik juga diberikan sesi tambahan tentang Leadership Strategic Environment (LSE) yang membahas tentang lessons learned dari pengalaman yang ada.

Dalam menempuh pendidikan RCDS ini Kolonel Agustinus juga mengikuti program Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN) ke Amerika Serikat. Dalam kunjungannya di Amerika bersama siswa RCDS lainnya, ia sempat mengunjungi Markas Besar PBB, World Bank, IMF, dan House of Parliament. Sementara, sebagai rangkaian dari regional visit ia mengunjungi East Midlands. Selain itu, dalam program pendidikannya, Kol Agustinus pun diberikan kesempatan meninjau industri pertahanan dan lembaga keuangan Inggris seperti British Aerospace (BAe) dan Schroders.

Keunikan dari lembaga pendidikan RCDS ini adalah dari 115 total peserta didiknya, 74 orang di antaranya adalah siswa mancanegara yang mewakili lebih dari 50 negara di dunia, termasuk satu orang perwira TNI yang mewakili Indonesia. Jumlah ini bahkan melebihi jumlah peserta didik dari Inggris sendiri. Para siswa mancanegara tersebut dikategorikan sebagai international member. Sehingga keunikan lain dari pendidikan RCDS yaitu tidak pernah menyebut peserta didiknya sebagai siswa namun justru menyebutnya sebagai anggota atau member dari lembaga dengan alasan yang sangat filosofis yaitu keanggotaan seumur hidup atau lifetime membership, guna tetap menjaga hubungan atau relationship sepanjang masa.

Meskipun proses kegiatan harus berubah menjadi daring akibat dampak dari pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar terus berlanjut dan tuntutan penugasan juga tetap mengikuti standar pendidikan yang berlaku. King’s College London sebagai perguruan tinggi yang memberikan ijazah Postgraduate Certificate bagi para siswa RCDS yang berhasil lulus dalam seleksi dan menyelesaikan seluruh penugasan akademik dengan memuaskan adalah salah satu perguruan tinggi papan atas dunia. King’s College memiliki Department of War Studies and juga program Defence Studies yang berafiliasi dengan sejumlah lembaga pendidikan militer termasuk RCDS.

Dari hasil evaluasi RCDS, Kolonel Kav Agustinus aktif dalam setiap kegiatan akademik dan non akademik, seperti seminar dan latihan simulasi. Ia juga sering memberikan pandangan akademis yang komprehensif sehingga memberikan perspektif tambahan bagi rekan-rekan siswa dan dosen. Ia pun menunjukkan prestasi sangat baik, termasuk dalam esai akademik yang menjadi persyaratan dari program RCDS dan Postgraduate Certificate yang ditempuhnya.

Tinggal selama setahun di London, Kolonel Agustinus didampingi istrinya, Rina dan putrinya, Arabelle, yang selalu memberikan dukungan dalam menyelesaikan program pendidikan RCDS. Sementara satu putranya, Abner, tidak bisa mendampingi karena sedang menyelesaikan tahun terakhir perkuliahan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Prestasi yang ditunjukkan oleh perwira TNI tahun ini, Kolonel Kav Agustinus, menjadi sebuah capaian yang tentunya mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia internasional. Melalui pendidikan seperti RCDS, TNI dapat mengimplementasikan diplomasi pertahanan atau diplomasi militer yang tentunya akan bermanfaat dalam membentuk jejaring maupun people to people contact ke depannya. Selamat untuk Kolonel Kav Agustinus Purboyo atas prestasinya menyelesaikan pendidikan RCDS serta menjadi perwira TNI pertama yang berhasil mendapatkan Postgraduate Certificate dari King’s College London. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi siswa-siswa Indonesia di masa mendatang. (Sumber: Athan RI London)