PAMERAN TUNGGAL UKM PENGUSAHA KOPI INDONESIA DI INGGRIS, INDONESIA COFFEE DAY 2018

PRESS RELEASE

No. 027/PR.EKON/XI/LONDON/2018

LONDON, 22 November 2018 —- East Wing Somerset House, gedung neoklasikal yang berusia 200 tahunan di jantung kota London tiba-tiba dipadati oleh importir dan coffee lover Inggris. Mereka datang untuk mencium harum ragam kopi Indonesia yang dipertunjukkan dalam pameran dan forum bisnis Indonesia Coffee Day.

10 pelaku industri kopi dari Indonesia, termasuk milenial barrista Indonesia terlibat sebagai bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk meningkatkan kehadiran kopi khas Indonesia, di Inggris baik dari sisi komoditi maupun sektor kreatif.

Dalam kegiatan forum bisnis Indonesia Coffee Day, Duta Besar RI untuk Inggris Raya, Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional, Dr Rizal Sukma menyoroti betapa besar potensi transaksi perdagangan di sektor kopi antara Indonesia dan Inggris.”Sebagai produsen kopi terbesar ke keempat, dharapkan bahwa dari pameran tunggal kopi Indonesia yang pertama di Inggris ini, akan makin banyak ekspor kopi Indonesia hadir di Inggris”, demikian Dubes Rizal Sukma. Hadir dalam pembicara dalam forum bisnis adalah Coffee Supply Chain Manager Fairtrade, Anna Pierides. Anna menyoroti peran sertifikasi Fairtrade dalam membantu petani kopi Indonesia. “Yang menarik dari kopi Fairtrade adalah bahwa hampir seluruh produksi kopi Fairtrade adalah organik dan bahwa keikutsertaan petani Indonesia dalam Fairtrade telah menghasilkan premium senilai $ 4.8 juta.

Kopi Pagalaram, Gayo Mandiri, Malabar, Bali Arabica, Dialog Coffee, Kopi Sarongge, Work Coffee, Ngopi Yuk serta Petimera hadir membawa ragam kopi dari Aceh, Bali, Jawa Barat, Jawa Barat, Sumatera dan Flores. Seluruh jenis kopi tersebut kemudian dipresentasikan dalam sesi coffee cupping yang dipandu oleh Syafrudin, dari Specialty Coffee Association Indonesia.

Dubes Rizal Sukma dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa dengan terjadinya pergeseran budaya minum teh menjadi minum kopi di Inggris, Indonesia berada posisi yang strategis untuk memasuki pasar kopi, khususnya specialty coffee. Meskipun besar,  potensi Indonesia di Inggris belum dioptimalkan. “Hal ini yang menjadikan promosi kopi Indonesia melalui Indonesia Coffee Day menjadi salah satu prioritas diplomasi ekonomi KBRI London, lanjut Dubes Rizal Sukma. Dubes Rizal Sukma lebih lanjut juga mendorong berbagai pihak turut mendorong pengembangan industri kopi Indonesia, sebagaimana yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Bank Mandiri, yang telah bermitra dengan beberapa petani kopi Indonesia.

KBRI London, 22 November 2018