Menakjubkan! Profesor Kesenian Bali ini Ajak Warga Inggris Dalami Nilai Spiritual Penari dan Wayang Bali

London, 13 Februari 2018 – Pada malam istimewa ini, KBRI London bekerja sama dengan Anglo-Indonesian Society (AIS) menghadirkan pertunjukan budaya tari dan wayang Bali. Acara kali ini mengundang Profesor I Nyoman Sedana yang menyampaikan lecture tentang budaya Bali, khususnya di bidang tari dan wayang. Profesor Sedana berasal dari Bali dan merupakan dosen di Institut Seni Indonesia Denpasar yang fokus di berbagai bidang budaya, seperti musik, fotografi, dan tari.

Pembukaan acara dimulai dengan kata sambutan dari Charles Humfrey, Chairman AIS dan dilanjutkan dengan lecture singkat dari Professor Sedana yang menyampaikan lima elemen dalam tarian Bali. Lima elemen ini, yaitu wiraga, wirama, wirasa, wiguna, dan wibawa, memiliki tujuan yang berbeda namun tetap saling terhubung. Wiraga menyangkut gerak tubuh, postur, dan pembawaan badan. Wirama fokus di musik dan Wirasa di perasaan. Wiguna, sebaliknya, menyangkut tujuan dari tarian tersebut, contohnya tujuan sebagai ritual, meditasi, atau acara penting lainnya. Elemen terakhir yang juga paling penting adalah Wibawa, yang meyeimbangkan semua elemen kosmik dalam sebuh tarian.

Profesor Sedana kemudian mengundang tamu yang hadir untuk menari bersama dan belajar gerakan sederhana tarian Bali. Tidak hanya diiringi dengan musik khas Bali, Profesor Sedana juga menyanyi dalam Bahasa Inggris dan mendemonstrasikan naratif fabel yang diceritakan melalui tarian. Salah satu tarian yang menarik perhatian tamu yang hadir menceritakan tentang hubungan seorang putri dan pangeran Bali. Bersamaan dengan itu, ada pula tentang setan Bali yang ingin menikahi putri Bali yang tidak menyukainya.

Acara terakhir ditutup dengan pertunjukan wayang spesial dari Profesor Sedana, sesi tanya jawab, dan kalimat penutup dari Chairman AIS. Profesor Sedana membawakan tarian yang menakjubkan dan diiringi dengan candaan yang selalu membuat peserta tertawa. Para peserta pun terlihat sangat antusias dalam sesi tanya jawab. Mereka menunjukan cinta yang mendalam dan apresiasi yang luar biasa pada budaya Indonesia dan juga sejarah panjang Nusantara.

Professor Sedana akan berada di London, Inggris hingga Maret 2018 dan mengajar di Royal Holloway University London setiap hari Selasa. Tidak hanya itu, selama kehadirannya di London, Profesor Sedana juga mengadakan berbagai workshop dan seminar tari dan wayang Bali di KBRI London. (SE/ODP)