INGGRIS APRESIASI PERAN RI DALAM PENYELESAIAN PERSOALAN ROHINGYA

London, 11 Oktober 2017. Di sela-sela kegiatan peringatan 50 Tahun berdirinya ASEAN oleh Pemerintah Inggris, Wakil Presiden RI telah menerima courtesy call Minister of State for Asia and the Pacific, Foreign and Commonwealth Office, the Rt Hon. Mark Field, MP. “Inggris menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif Pemerintah Indonesia dalam merespon situasi di Rakhine State dengan mengedepankan diplomasi dan dialog”, begitu ucap Wapres Jusuf Kalla merangkum pertemuannya dengan Mark Field.

Krisis yang terjadi di Rakhine State, Myanmar cukup menjadi perhatian bagi pemerintah dan publik Inggris. Menteri Mark Field pada bulan September lalu baru saja melakukan kunjungan ke Myanmar untuk menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Myanmar dalam mengatasi konflik tersebut. Wapres RI menyampaikan bahwa pendekatan strategis Indonesia dengan Pemerintah Myanmar telah berhasil membuka jalur bantuan kemanusiaan. Indonesia dan Inggris juga dapat bekerja sama dalam mencari solusi yang terbaik bagi persoalan yang terjadi di Rakhine State.

Dalam konteks bilateral, Mark Field menyampaikan harapannya untuk meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia – Inggris di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan investasi, pertahanan dan pendidikan. “Inggris memandang Indonesia sebagai mitra penting, terlebih lagi setelah Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit”, ujar Wapres RI.

 

Menlu Inggris Boris Johnson yang juga hadir pada resepsi yang diselenggarakan di gedung bersejarah Lancaster House juga telah menemui Wapres RI. Dalam pertemuan tersebut, Boris Johnson mengapresiasi peran Indonesia di kawasan dan menegaskan komitmen Inggris untuk terus meningkatkan hubungan dengan ASEAN. Menlu Inggris menyambut baik peningkatan jumlah pelajar Indonesia di Inggris, termasuk mereka yang menggunakan beasiswa kedua pemerintah, baik LPDP maupun Chevening Award. Menlu Inggris menyebut pengalaman yang berkesan saat menjabat sebagai Walikota London berkesempatan bersepeda bersama Presiden Joko Widodo melintasi Car Free Day di Jakarta.

Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar bagi Indonesia dari negara-negara Eropa dengan nilai USD 2,48 miliar pada tahun 2016. Dalam hal investasi, Inggris menempati urutan ke-13 investor terbesar di Indonesia dengan nilai USD 306 juta pada tahun 2016. Pada tahun 2016, terdapat sekitar 42.000 WNI yang berkunjung ke Inggris. Sebaliknya, Inggris merupakan negara Eropa penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia dengan 328.000 orang pada tahun 2016. Pada 2016, jumlah pelajar Indonesia yang bersekolah di Inggris mencapai 4.700, termasuk 2.303 orang penerima beasiswa LPDP.

 

Fungsi Politik KBRI London, Oktober 2017