INDONESIA DAN INGGRIS MENGADAKAN “INDONESIA – UK THINK TANK DIALOGUE” DI LONDON

London, 20 Juli 2018. Kedutaan Besar Republik Indonesia di London bekerja sama dengan CSIS (Center for Strategic and International Studies) Indonesia dan Chatham House Inggris menyelenggarakan Indonesia – UK Think Tank Dialogue sebagai second track dialogue hubungan bilateral Indonesia-Inggris. Delegasi CSIS terdiri dari Jusuf Wanandi (Senior Fellow dan Co-Founder), Clara Joewono (Board Member) dan Philips Vermonte (Executive Director).

Kegiatan Indonesia – UK Think Tank Dialogue berlangsung di gedung Chatham House, London pada tanggal 18 Juli 2018. Acara ini dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta dari berbagai pemangku kepentingan yaitu KBRI London dan Kementerian Luar Negeri Inggris sebagai wakil pemerintah kedua negara, anggota parlemen, think tank, akademisi dan kalangan pengusaha. Isu-isu yang dibahas dalam pertemuan  mencakup peluang dan tantangan pengembangan kerja sama bilateral RI – Inggris, khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi serta dampak Brexit terhadap hubungan bilateral Inggris dengan Indonesia dan ASEAN. Peserta diskusi intinya menyepakati pentingnya untuk memperkuat hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Inggris, termasuk dalam kerangka ASEAN, khususnya menghadapi momentum dinamika perubahan dunia yang semakin tidak menentu, termasuk proses Brexit yang sedang dilalui Inggris. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, disepakati untuk menjajaki penyelenggarakan Joint Working Group guna membahas secara lebih mendalam peluang dan tantangan bagi penyusunan arah hubungan bilateral Indonesia dan Inggris ke depan.

Memanfaatkan kunjungan ke Inggris, Delegasi CSIS juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Inggris, seperti anggota parlemen dan kalangan usaha guna berdiskusi mengenai perkembangan situasi domestik Indonesia menghadapi Pemilu nasional serta perkembangan di kawasan. Delegasi CSIS juga berkesempatan bertemu  dengan mahasiswa Indonesia termasuk kelompok Lingkar Studi Papua (LSP) serta masyarakat Indonesia di Oxford mengenai sejarah integrasi dan perkembangan pembangunan di Papua.

—000—