PANDUAN WNI di Inggris Raya dan Irlandia Terkait CORONAVIRUS 2019-NCOV

PANDUAN WNI DI INGGRIS RAYA DAN IRLANDIA

Situasi di Inggris Raya

– Hingga kini tercatat 9 kasus penularan coronavirus di Inggris. Pemerintah Inggris telah menaikkan status risiko virus corona dari rendah menjadi menengah.
– Wabah coronavirus dikategorikan sebagai kondisi “serious and imminent threat”.
– Pemerintah Inggris memiliki kekuatan hukum baru untuk mengkarantina siapapun secara paksa dan mengirim mereka ke dalam isolasi jika dinyatakan oleh tenaga medis memiliki gejala tertularnya coronavirus dan dapat menimbulkan ancaman terhadap kesehatan publik.
– Siapa pun yang telah melakukan perjalanan ke Inggris dari daratan Cina, Thailand, Jepang, Republik Korea, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia atau Makau dalam 14 hari terakhir (secara langsung maupun transit) dan mengalami batuk atau demam atau sesak napas, untuk tetap tinggal di dalam ruangan dan menelepon NHS 111, meskipun gejalanya ringan.

Informasi lengkap: https://www.gov.uk/guidance/wuhan-novel-coronavirus-information-for-the-public

Situasi di Irlandia

– Pemerintah Irlandia memiliki Rencana Kesehatan dan Darurat Umum yang komprehensif untuk menanggapi kasus coronavirus.
– 15 kasus diduga penularan Coronavirus (2019-nCoV) telah diuji namun tidak ada kasus terkonfirmasi di Irlandia.
– Siapapun yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas agar segera menelepon dokter umum terdekat (jangan mengunjungi klinik) dan informasikan bahwa Anda telah melakukan perjalanan ke Irlandia dari daratan Cina dalam waktu 14 hari terakhir.
– Masyarakat di Irlandia dihimbau agar dapat mempelajari langkah-langkah pencegahan coronavirus yang dikeluarkan oleh Health Service Executive dan mengikuti informasi terkini dari Health Protection Surveillance Centre.

Informasi lengkap: https://www.gov.ie/en/news/e58285-the-novel-coronavirus-2019-ncov/

Situasi Umum Terkini

– Total kasus konfirmasi novel coronavirus (2019-nCoV) global per tanggal 10 Februari 2020 adalah 40.554 kasus, 40.235 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR, dan Taipei), dengan 74% kasus konfirmasi dari Cina berasal dari Provinsi Hubei

– Total kematian 910 kasus (CFR 2,2%), 909 diantaranya dilaporkan dari Cina.

– Kasus konfirmasi dilaporkan di 26 negara, sebanyak 319 kasus dengan 1 kematian. Satu kematian pertama diluar negara Cina terjadi di negara Filipina. Kasus adalah kontak dekat dari kasus pertama yang dikonfirmasi di Filipina.

– Dari 307 kasus yang dilaporkan di 24 negara di luar negara Cina, 16 kasus terdeteksi tanpa gejala dan 80 kasus di 12 negara tidak memiliki riwayat perjalanan ke Cina.

– WHO sudah menetapkan 2019-nCoV sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/ Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sejak tanggal 30 Januari 2020 karena adanya peningkatan kasus yang signifikan dan kasus konfirmasi di beberapa negara lain.

– Negara terjangkit menurut WHO ada 13 negara yaitu Cina, Singapura, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, UK, Spanyol, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan negara lain hanya melaporkan kasus import dari Cina (Memiliki riwayat bepergian ke Cina) dan belum ada transmisi lokal di negaranya. Daftar negara ini dapat berubah setiap harinya mengikuti perkembangan data dan informasi yang didapatkan.

-Dalam 24 jam terakhir tidak dilaporkan adanya kasus baru 2019-nCoV.

Informasi lengkap: https://www.kemkes.go.id/article/view/20012900002/Kesiapsiagaan-menghadapi-Infeksi-Novel-Coronavirus.html