DUTA BESAR RI: BISNIS BERPERAN MEMPERKUAT HUBUNGAN ASEAN – INGGRIS

PRESS RELEASE

DUTA BESAR RI: BISNIS BERPERAN MEMPERKUAT HUBUNGAN ASEAN – INGGRIS

Pada 29 Maret 2019 Dubes RI untuk Inggris, Irlandia dan IMO, Dr Rizal Sukma menyampaikan pidato pada acara penutupan ASEAN Global Leadership Program (AGLP) yang diselenggarakan oleh The London School of Economics and Political Science (LSE).

Dalam sambutannya, Dubes RI Dr Rizal Sukma intinya menegaskan bahwa sektor bisnis memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja sama ASEAN dengan Inggris ke depan.

Seiring dengan perpindahan arah geopolitik dan ekonomi dunia ke Asia, membuat kawasan tersebut menjadi theatre rivalitas China dan Amerika Serikat. Hal ini pada gilirannya menjadikan posisi negara-negara di kawasan ASEAN terjebak dalam kompetisi dua ekonomi besar dunia tersebut.

Duta Besar RI menegaskan bahwa kondisi tersebut akan berpotensi tidak menguntungkan bagi ASEAN, kecuali ASEAN berinovasi, mendorong integrasi dan meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dengan sesama anggota ASEAN serta secara kolektif memperluas engagement dengan kekuatan-kekuatan ekonomi di luar China dan Amerika Serikat.

“Disinilah leadership sektor swasta ASEAN memiliki peran strategis untuk membuat kawasan keluar dari lingkaran persaingan China – Amerika Serikat dan di saat yang sama memperkuat perekonomian di kawasan,” demikian sambung Duta Besar RI.

Mengenai pentingnya ASEAN memperluas engagement dengan negara-negara mitra, Duta Besar RI menggarisbawahi Inggris sebagai mitra potensial bagi ASEAN yang ke depan. Hal ini mengingat, posisi strategis ASEAN saat ini sebagai bagian dari empat pilar kebijakan luar negeri Inggris pasca Brexit, diluar China, India dan Jepang. Inggris juga akan segera menempatkan Duta Besar untuk ASEAN di Jakarta.
“Inggris memerlukan ASEAN untuk merealisasikan visi “Global Britain” dan ASEAN siap untuk menjadi mitra strategis Inggris” imbuh Duta Besar RI.

Modalitas sebagai ekonomi terbesar di ASEAN; diprediksi menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia dengan PDB USD 5.3 trilyun pada tahun 2030; letak geografis sebagai poros dua samudra strategis; negara demokrasi terbesar ketiga di dunia; dan negara muslim terbesar di dunia, Indonesia diyakini dapat menjadi mitra kunci Inggris di kawasan, khususnya dalam memperkuat kemitraan ASEAN – Inggris ke tataran yang lebih tinggi.
“Dalam hal ini, sektor swasta dapat memainkan peran penting, seperti idiom where politics often push people apart, business brings them together ” demikian tutup Duta Besar RI.

AGLP merupakan program pionir tentang kepemimpinan di ASEAN yang telah dijalankan selama 10 tahun oleh perusahaan manajemen SRW&Co bekerja sama dengan berbagai universitas ternama di Inggris, berfokus pada 4 tema yaitu globalisasi, kewirausahaan, inovasi dan kepemimpinan.