Diaspora di Inggris Ingin Kuliner Nusantara Jadi Soft Power Diplomacy

Diaspora di Inggris Ingin Kuliner Nusantara Jadi Soft Power Diplomacy

Inggris, London (15/7/2020) – Para diaspora ingin kuliner Indonesia hadir secara lebih luas di Inggris. Indonesia memiliki budaya, tradisi dan kekayaan kuliner yang sangat potensial untuk merambah tidak hanya pasar Inggris, tapi dunia. Kekayaan ini diakui merupakan soft power bagi diplomasi.

Pengakuan peluang kuliner Indonesia ini terungkap dalam pertemuan virtual warga Inggris pecinta Indonesia bertema “Indonesian Cuisine” yang diselenggarakan oleh KBRI London bekerja sama dengan The Anglo-Indonesian Society (AIS), di London (14/7).

“Kegiatan virtual ini bertujuan untuk mempromosikan kuliner dan meningkatkan pemahaman mengenai budaya Indonesia kepada masyarakat Inggris. Secara khusus sesi diskusi difokuskan untuk memperoleh pandangan mengenai strategi dalam memperkuat promosi kuliner Indonesia di Inggris,” demikian disampaikan KUAI RI London Adam M. Tugio.

Untuk itu, KBRI London dan AIS mengundang Chef William Wongso, Chef Petty Elliott dan Sri Owen untuk berbagi pengalaman dengan masyarakat Inggris dalam pertemuan virtual tersebut. KBRI London juga mengundang warga setempat dari berbagai latar belakang diantaranya para professional muda, budayawan, pecinta kuliner dan Indonesianis.

Chef William Wongso, yang sukses membawa Chef Inggris Gordon Ramsay dan National Geographic memproduksi episode Uncharted Series: Western Sumatera, mengajak para diaspora untuk terus mempromosikan kuliner Indonesia. “Perwakilan RI berperan sangat besar dalam mendukung para diaspora. Kemitraan pemerintah dan swasta juga penting dalam memperkuat upaya promosi kuliner,” ungkapnya.

Pendekatan diplomasi kuliner tidak harus dengan membuka restoran, melainkan juga dapat melalui memperkenalkan kekayaan bumbu. Chef William mengajak promosi bumbu Indonesia agar dapat dikenal secara global.

Chef Petty Elliott dan Sri Owen mengungkapkan mengenai potensi kuliner Indonesia berkembang di Inggris.  “Hal ini didasarkan dengan perkembangan semakin digemarinya trend makanan yang sifatnya plant based,” kata Chef Petty.

Dicontohkannya bahwa saat ini tempe telah menjadi makanan favorit dan dapat ditemui di berbagai supermarket ternama di Inggris. Demikian pula hampir 90% bahan makanan kuliner Indonesia tersedia di Inggris. Perkembangan ini patut terus dimanfaatkan sebagai modal bagi upaya promosi.

Era new normal pasca Covid-19 diyakini tengah membawa transformasi digitalisasi di hampir semua aspek kehidupan. Strategi penguatan promosi kuliner di ranah digital tampaknya perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar.

Masyarakat Inggris semakin banyak yang memanfaatkan jasa pesan antar. Jadi ini peluang untuk mengembangkan jasa catering yang secara relatif akan menekan biaya dibandingkan dengan mendirikan restoran. Demikian berbagai pemikiran para diaspora pecinta kuliner Indonesia dalam pertemuan virtual tersebut. (sumber: KBRI London)