Indonesia Terpilih Kembali Menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2020 – 2021

SIARAN PERS KBRI LONDON

038/PR.PEN/XI/LONDON/2019

INDONESIA TERPILIH KEMBALI MENJADI ANGGOTA DEWAN IMO

KATEGORI C PERIODE 2020 – 2021

 

29 NOVEMBER 2019 

London, 29 November 2019 — Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (Internasional Maritim Organisation/IMO) kategori C untuk periode 2020 – 2021 dalam sidang pemilihan tanggal 29 November 2019.  Indonesia terpilih dengan dengan perolehan suara sebanyak 139 dan menduduki peringkat ke-5 dari 20 negara anggota Dewan IMO yang terpilih lainnya.

Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, Dr Rizal Sukma mengucapkan syukur atas terpilihnya kembali Indonesia di Dewan IMO Kategori C dan memperoleh suara yang lebih baik dari pemilihan sebelumnya di tahun 2017.

Terpilihnya Indonesia menunjukkan pengakuan negara anggota IMO atas peran aktif Indonesia di sektor maritim global dan keberhasilan diplomasi RI di bidang tata kelola maritim global dan pencegahan pencemaran laut.  Keanggotaan di Dewan IMO ini akan memperkuat visi Pemerintah RI sebagai Poros Maritim Dunia / Global Maritime Fulcrum dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional.

Dubes Rizal menegaskan bahwa dengan menjadi anggota Dewan IMO, Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung kinerja IMO, termasuk di bidang pengembangan sumber daya alam, kerja sama teknis di bidang navigasi dan pemberdayaan perempuan.

IMO adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran dan pencegahan pencemaran laut oleh kapal. Dewan IMO merupakan organ eksekutif organisasi yang bertanggung jawab untuk mengawasi kerja dan kinerja organisasi. Dewan dipilih untuk jangka waktu dua tahun.

Terdapat 3 kategori Anggota Dewan IMO yaitu Kategori A, B, dan C. Anggota Dewan pada Kategori A merupakan 10 negara anggota dengan armada terbesar. Kategori B merupakan 10 negara lain dengan kepentingan terbesar dalam penggunaan jasa pelayaran. Kategori C adalah  20 negara yang tidak termasuk dalam anggota kategori A dan B, namun memiliki kepentingan khusus dalam transportasi laut atau navigasi dan yang pemilihannya ke dalam anggota Dewan akan memastikan keterwakilan semua daerah geografis utama di dunia.