RESEPSI DIPLOMATIK KBRI LONDON: 70 TAHUN HUBUNGAN DIPLOMATIK INDONESIA-INGGRIS SEMAKIN KOKOH

SIARAN PERS KBRI LONDON

049/PR.PEN/X/LONDON/2018

RESEPSI DIPLOMATIK KBRI LONDON: 70 TAHUN HUBUNGAN DIPLOMATIK INDONESIA-INGGRIS SEMAKIN KOKOH

LONDON, 4 Oktober 2018 —- Kedutaan Besar Republik Indonesia di London menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Ulang Tahun TNI. Acara yang bertempat di KBRI London tersebut dihadiri Lord Ahmad of Wimbledon, Menteri Negara untuk urusan Persemakmuran, PBB dan Kementerian Luar Negeri sebagai Tamu Kehormatan.

Acara resepsi diplomatik tersebut dihadiri tidak kurang dari 300 orang yang terdiri dari sejumlah duta besar, atase pertahanan dan kalangan diplomatik, disamping pejabat dari kalangan Pemerintah Inggris, pengusaha dan mitra kerja KBRI London.

Duta Besar RI untuk Inggris raya, Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional, Dr Rizal Sukma mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama Pemerintah dan Rakyat Indonesia kepada Pemerintah dan Rakyat Inggris atas ucapan simpati, bantuan dan dukungan yang diberikan dalam membantu korban gempa bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Dubes Rizal Sukma mengajak seluruh hadirin meluangkan waktu sejenak untuk mendoakan korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

Dubes Rizal Sukma menyampaikan terima kasih kepada Lord Ahmad of Wimbledon yang telah bersedia hadir pada acara Resepsi Diplomatik dalam rangka perayaan HUT ke-73 RI dan TNI.

Menjelang 70 tahun Hubungan Diplomatik RI-Inggris pada tahun 2019, Dubes Rizal Sukma mencatat dinamika hubungan yang sempat mengalami pasang-surut, namun sejarah menunjukan bahwa hubungan kedua negara semakin kokoh melalui nilai-nilai persahabatan, saling menghormati dan kerjasama.

Indonesia dan Inggris memiliki karakteristik yang sama baik dalam nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara maupun dalam hal visi negaranya. Kedua negara sama-sama memandang penting untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi dan menghormati serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Sebagai negara demokrasi yang relatif masih muda, Indonesia yang merupakan negara demokrasi terbesar no.3 di dunia, akan terus berupaya untuk mempertahankan dan menyempurnakan sistem demokrasi Indonesia. Dubes Rizal Sukma mengakui bahwa proses tersebut tidaklah mudah, namun melalui upaya yang terus menerus, ia yakin bahwa demokrasi Indonesia akan semakin maju dan semakin baik. Hal ini dapat terlaksana melalui kerja keras untuk meningkatkan perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, mempertahankan keberagaman dan pluralisme serta toleransi sesama manusia.

Dalam konteks bilateral, Dubes Rizal Sukma menegaskan bahwa sebagai sesama negara kepulauan, Indonesia dan Inggris sama-sama memiliki kepentingan dalam memanfaatkan laut untuk kepentingan rakyat banyak. Kedua negara telah melakukan berbagai kerjasama dalam menjaga laut untuk masa depan yang lebih baik, dengan mengatasi masalah polusi di laut, sampah plastic yang merusak ekosistem laut dan memastikan keamanan navigasi dan aturan pemanfaatan laut yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Disamping itu, ditengah meningkatnya upaya-upaya proteksionisme perdaganganm Indonesia dan Inggris sebagai sesama negara G-20 berkepentingan untuk bekerjasama dalam memastikan perdagangan yang bebas dan adil.

Secara khusus, Dubes Rizal Sukma mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Inggris yang telah memberikan dukungan atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Dalam hal ini, Inggris dan Indonesia akan bekerjasama lebih erat pada tahun mendatang dalam upaya mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional.

Sementara dalam konteks regional, Indonesia menyambut baik engagement yang lebih mendalam dari Inggris baik dalam konteks ASEAN-UK maupun Asia Timur yang menjadi pusat grafitasi dunia saat ini.

Diakhir sambutan, Dubes Rizal Sukma mengajak semua yang hadir dalam acara resepsi diplomatik tersebut untuk bersulang untuk Ratu Inggis dan demi semakin kuatnya hubungan bilateral Indonesia-Inggris.

Pada acara tersebut, Lord Ahmad of Wimbledon, Menteri Negara untuk urusan Persemakmuran, PBB dan Kementerian Luar Negeri menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Duta Besar Rizal Sukma dan seluruh jajarannya.

Lord Ahmad of Wimbledon juga mengambil kesempatan untuk menyampaikan duka cita dan doa dari Pemerintah dan Rakyat Inggris atas peristiwa gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala serta bencana alam di Lombok pada bulan Juli-Agustus lalu. Inggris menyatakan siap untuk memberikan bantuan untuk Indonesia. Sebagai catatan, Pemerintah Inggris telah menyampaikan bantuan sebesar 2 juta pounsterling serta bantuan alat angkut udara berupa pesawat Hercules C-130 dan sejumlah bantuan kemanusiaan lainnya.

Lord Ahmad juga mengapresiasi eratnya hubungan Inggris dan Indonesia selama ini khususnya dalam bidang pendidikan, perdagangan, investasi dan sebagainya. Inggris menyambut baik hubungan kerjasama yang semakin baik dan meningkat dengan Indoneisa di masa depan.

Senada dengan Dubes Rizal Sukma, Lord Ahmad memandang Inggris dan Indonesia memiliki visi yang sama dalam pemanfaatan laut untuk kepentingan rakyat banyak, memerangi pemanasan global serta polusi plastik di laut.

Sebagai utusan khusus PM Inggris dalam bidang Kebebasan Beragama, Lord Ahmad secara khusus menyatakan bahwa Indonesia telah memberikan contoh yang baik dalam mempraktekan kehidupan yang toleran antar umat beragama dimana seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang dasar agama dan keyakinannya, menyatakan bersatu pasca peledakan bom di beberapa gereja di Surabaya pada beberapa waktu lalu. Baik Indonesia maupun Inggris dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa tersebut dalam upaya memerangi terorisme dan ekstremisme.

Hubungan bilateral Inggris dan Indonesia semakin diperkuat dalam konteks global yakni sebagai sesama negara G-20, sesama anggota Dewan Hak Asasi Manusia, ASEAN dan dengan dipilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.

Diakhir sambutannya, Lord Ahmad juga mengajak Duta Besar Rizal Sukma dan seluruh hadirin untuk bersulang bagi meningkatnya hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Inggris di masa depan.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan dan kemajuan Indonesia yang telah dicapai selama ini, diadakan pemotongan tumpeng oleh istri Duta Besar RI London, Hana A. Satriyo, yang dilanjutkan penyerahan kepala tumpeng kepada Tamu Kehormatan, Lord Ahmad dan istrinya sebagai bentuk kehormatan atas kehadirannya dan harapan agar semakin kokoh hubungan bilateral kedua negara.

Pada acara tersebut, disajikan kuliner khas Indonesia berupa Sate Ayam, Soto Bogor, Siomay Bandung, Nasi Gudeg Jogja, dan sejumlah jajanan pasar sambil menyaksikan penampilan Degung Sunda yang dimainkan oleh kelompok gamelan Sekar Enggal pimpinan Simon Cook dari City University, London.

Disamping itu, para hadirin juga dihibur dengan penampilan luar biasa London Angklung Ensemble pimpinan Hana A. Satriyo yang memainkan beberapa lagu diantaranya Manuk Dadali dan Bengawan Solo.