WAPRES RI : Islam, demokrasi dan kemajemukan warnai kehidupan berbangsa di Indonesia

Pada tanggal 18 Mei 2017 Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla, telah memenuhi undangan menyampaikan kuliah umum bertemakan “Islam Middle Path: Indonesia’s Experience” di Oxford Centre for Islamic Studies (OXCIS), University of Oxford, di kota Oxford, Inggris.

Di hadapan sekitar 150 hadirin dari kalangan diplomatik, akademisi, tokoh agama dan pelajar asing dan Indonesia, Wapres Kalla paparkan bagaimana Islam masuk ke Indonesia secara damai dan tumbuh dengan menghormati kemajemukan yang ada di masyarakat.

Islam wasatiyah atau lazim diartikan “Islam moderat” di Indonesia ini telah menjadi fondasi kuat bagi tumbuh kembangnya demokrasi dan Islam secara saling melengkapi di Indonesia.

Hal ini yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu referensi utama komunitas internasional bahwa Islam dan demokrasi saling beriringan.

Terkait terorisme, Wapres Kalla mengajak intensifikasi kerja sama internasional dalam memerangi terorisme. Kerja sama tersebut perlu didasarkan pada pertanyaan “kenapa” terorisme itu terjadi dan bukan hanya “kapan” dan ” apa”.

Kesenjangan sosial dan salah memahami ajaran Islam yang benar merupakan salah satu penyebab utama tumbuhnya radikalisme dan intoleransi tegas Wapres. Hal ini juga sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan perserta terkait terorisme dan ekstrimisme.

Menanggapi pertanyaan terkait peran Indonesia atas isu Rohingya, Wapres menjelaskan bahwa latar belakang sejarah dan pendekatan kepercayaan (trust) merupakan langkah yang ditempuh Indonesia bersama ASEAN dalam membantu Myanmar tangani isu Rohongya.

Sementara, menjawab pertanyaan sekitar pilkada DKI dan penahanan Basuki Tjahaja Purnama “Ahok”, Wapres Kalla menekankan bahwa dinamika yang terjadi bukanlah diskriminasi, tapi merupakan wujud demokrasi dan bukti bergulirnya proses hukum tanpa intervensi.

Selain berikan kuliah umum di OXCIS, Wapres sebelumnya juga berkesempatan mengunjungi kompleks Olimpiade di London dan mendengarkan penjelasan tentang suksesnya pengelolaan pesta olah raga dunia Olimpiade di London tahun 2012. Kunjungan ini menjadi salah satu acuan dan masukan bagi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

SIARAN PERS KBRI LONDON No. 030/PR.PEN/V/LONDON/2017