Wakil Ketua MPR dorong kerja sama parlemen dengan Inggris

Pada tanggal 29 Maret 2017, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berkesempatan bertemu dengan Lord McFall of Alcluith, Senior Deputy Lord Speaker, the House of Lords (Majelis Tinggi) Parlemen Inggris dan menyampaikan pentingnya peningkatan hubungan antar parlemen sebagai salah satu cara menunjang hubungan bilateral antar negara.

Kunjungan rombongan Wakil Ketua MPR ke Parlemen Inggris ini bertepatan dengan momen bersejarah Inggris yang pada hari itu resmi menyatakan diri untuk keluar dari Uni Eropa. “Kita berharap agar Inggris dapat melalui proses Brexit dengan baik sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi Inggris, Uni Eropa tetapi juga bagi negara lain di luar kawasan, termasuk Indonesia khususnya dalam bidang perdagangan”, begitu pungkas Wakil Ketua MPR.

Rombongan Wakil Ketua MPR juga bertemu dengan beberapa anggota parlemen yang tergabung dalam kaukus Indonesia di Parlemen Inggris atau disebut All-Party Parliamentary Group on Indonesia (APPGI), yaitu Richard Graham MP, John Spellar MP dan Barroness Uddin.

Wakil Ketua MPR menyatakan turut berduka cita atas tindakan terorisme yang terjadi di Gedung Parlemen Inggris, Westminster Palace minggu sebelumnya. “Kehadiran kami disini juga membawa pesan bahwa Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim tidak mendukung tindakan terorisme. Justru agama Islam-lah yang tercederai akibat tindakan terorisme ini”, begitu disampaikan Dr. Hidayat Nur Wahid.

Selain membicarakan mengenai toleransi antar umat beragama, pembicaraan dengan APPGI juga sepakat untuk memperkuat kerja sama antara parlemen melalui forum Inter-Parliamentary Union (IPU). Pada kesempatan ini, Wakil Ketua MPR juga menyampaikan undangan kepada anggota parlemen Inggris untuk berkunjung ke Indonesia.

Menutup kunjungannya di Inggris, pada tanggal 30 Maret 2017, Dr. Hidayat Nur Wahid beserta rombongan juga bertemu dengan Direktur Jenderal Islamic Cultural Center Inggris (ICC UK), Dr. Ahmad Al-Dubayyan untuk mendiskusikan mengenai kegiatan pengajaran dan diseminasi informasi mengenai Islam di Inggris yang sangat bermanfaat dalam menepis isu Islamophobia yang beredar di Inggris.

Wakil Ketua MPR juga menyambut baik upaya ICC UK yang melakukan pengajaran pemahaman Al-Qur’an dengan menggunakan beberapa bahasa pengantar, seperti Inggris, Jerman, Perancis bahkan Polandia.

Ke depannya, diharapkan agar Bahasa Indonesia dapat juga digunakan sebagai medium pembelajaran Al-Qur’an di ICC UK bagi warga Indonesia yang berminat.