Upaya JATIM Menarik Pebisnis Inggris

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo bersama dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, perwakilan dari KADIN dan Kepala Badan Penanaman Modal Jatim menghadiri forum bisnis hari Kamis ini, Hotel JW Marriot – London.

Acara yang diselenggarakan oleh KBRI London bekerja sama dengan UK-ASEAN Business Council yang dihadiri oleh sekitar 50 pebisnis Inggris dibuka oleh Dubes RI London, Dr. Rizal Sukma.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan kuat dan stabilnya fondasi ekonomi provinsi ini. Untuk itu, saya ingin mengajak kalangan bisnis Inggris untuk memperhitungkan Jawa Timur sebagai salah satu lokasi pengembangan dan investasi Inggris di Indonesia.” tegas Dubes RI dalam sambutannya.

Sementara dalam pidatonya di acara itu, Gubernur Soekarwo menekankan kalau kemampuan dan teknologi Inggris dapat mendukung Jawa Timur dalam mengembangkan industri agro di Jatim.

“Banyak aspek positif yang dimiliki oleh Jawa Timur yang mendukung keberhasilan investor asing di Inggris seperti kondisi politik yang stabil, adanya jaminan kemudahan investasi oleh Pemprov. Jatim, serta dukungan logistik dan konektivitas yang baik!” jelas Gubernur Soekarwo.

Ditambahkan oleh Gubernur Jatim, kemudahan investasi meliputi penyelesaian ijin PMA yang cepat, ketersediaan listrik dan ketersediaan lahan di industrial estate di Jatim sangat luas. Selain itu, juga data Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebesar 4,09 persen yang identik dengan pengembalian investasi yang tidak lebih dari lima tahun.

Sementara itu, Walikota Surabaya yang salah satu menjadi pembicara dalam kegiatan ini mempersilahkan para pebisnis Inggris untuk melakukan bisnis di Surabaya, kota terbesar kedua yang ramah untuk bisnis dan ramah lingkungan. “Tidak ada banjir di Surabaya, karena kita memiliki hutan mangrove yang kami kelola dengan baik.” ujarnya.

Sedangkan, perwakilan dari KADIN Jatim, Dr. Jamhadi MBA, menceritakan banyak kisah sukses kemitraan pengusaha Jatim dengan luar negeri. Hal tersebut terjadi karena banyak hal, seperti produktivitas tenaga kerja di Jatim yang tinggi, pelayanan publik dan infrastruktur yang bagus.

“Ranking produktivitas di Asia diantara 5 dan 6. Upah tenaga kerja tidak perlu atau bukan menjadi masalah. Telah ada formulasi dari Pemerintah yang jelas, atas dasar inflasi dan pertumbujan ekonomi,” ujarnya, sambil menambahkan kenaikan upah di Jatim tahun depan, 2017, hanya sebesar 8,5%.

Menanggapi pertanyaan dari peserta mengenai kualitas tenaga kerja di Jatim, dalam paparannya, Kepala Badan Penanaman Modal Jatim, Dr. Lili Sholeh Wartadipraja menyebutkan bahwa selain kondisi yang stabil, Jawa Timur juga mempunyai pasokan tenaga kerja yang memadai. Provinsi Jatim membangun sejumlah balai tenaga kerja yang dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis untuk memperoleh ketrampilan.

Kegiatan bisnis forum di London ini merupakan rangkaian kegiatan promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi Jawa Timur di Jepang dan Inggris guna menarik lebih banyak investasi asing ke Jatim. Kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong realisasi investasi dari pebisnis Inggris di Jatim.

Disela-sela kunjungan ke Inggris ini, Gubernur Soekarwo juga bertemu dengan beberapa pengusaha Inggris secara one-on-one. Sementara Walikota Surabaya berkesempatan mengunjungi pabrik pembuatan bus double decker untuk menjajaki peluang kerja sama di masa mendatang mengingat Surabaya dan kota-kota lain di Jatim juga berupaya terus meningkatkan sarana transportasi umum bagi masyarakat.