Stall Indonesia Ramai Dikunjungi Warga Inggris Pada Acara Cowley Road Carnival Di Kota Oxford

LONDON,  Juli 2017—-KBRI London bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Oxford serta Komunitas Indonesia di Oxford berpartisipasi pada kegiatan Cowley Road Carnival yang diselenggarakan oleh Oxford City Council. Acara Karnival ini merupakan event komunitas terbesar di kota Oxford yang diselenggarakan setiap tahun. Tidak kurang dari 45.000 orang dari berbagai kota di Inggris mendatangi acara yang menjadi ajang pagelaran musik, kuliner serta beragam sajian seni budaya dari berbagai belahan dunia.

Komunitas Indonesia di Oxford mulai berpartisipasi pada tahun 2013 pada kegiatan karnival yang telah berlangsung selama 16 tahun ini. Pada tahun 2017 ini, Indonesia menampilkan beberapa stall makanan yang sangat digemari masyarakat Inggris diantaranya sate ayam dan kambing, rendang dan masakan padang, nasi goreng dan telur balado serta mie bakso dan es cendol. Tak dapat dihindarkan, stall-stall Indonesia selalu diserbu masyarakat Inggris yang sudah mulai mengenal kuliner Indonesia. Indonesia juga menampilkan tari Bali dan permainan angklung di panggung yang telah disediakan.

Sementara disudut lain, tampak beberapa pengunjung mengerubungi boneka raksasa Komodo yang dipajang. Beberapa tampak begitu serius mendiskusikan mengenai pola hidup Komodo yang sangat menarik dan misterius. Yang lainnya tampak berfoto sambil menatap dengan bangga disebelah boneka Komodo.

Disamping itu, disediakan satu stall untuk workshop cara membatik menggunakan canting yang dibakar. Ardana, mahasiswi jurusan Manajemen Media dari Universitas Cardiff, sengaja didatangkan dari kota Cardiff, Wales untuk memberikan pelatihan dimaksud. Mahasiswi program master yang berasal dari Pekalongan ini begitu sabar memberi petunjuk dan membimbing pengunjung warga Inggris yang begitu antusias mengantri untuk mencoba menggoreskan canting pada kain-kain berpola yang dibuat Ardana pada waktu sebelumnya.

Deland, pelajar kelas 5 dari sekolah dasar di Oxford, mengungkapkan betapa senangnya dia dapat menyelesaikan pola batik parang walaupun belum pernah menggambar dengan canting diatas kain pada waktu sebelumnya. Walau dirasakan tidak mudah, namun Delan menyatakan ingin sekali untuk memperdalam proses pembuatan batik yang dikatakan sangat indah pola dan motifnya.

Sementara Thomas Siregar, Minister Counsellor Pensosbud KBRI London, yang memimpin Tim Indonesia dalam parade sepanjang jalan Cowley, mengungkapkan sangat bangga atas kekompakan PPI Oxford dan Komunitas Indonesia di Oxford yang mengenakan pakaian daerah dan batik sambil membunyikan angklung dan melambai-lambaikan bendera merah putih. Pawai yang dimulai pada pukul 12.30 dibawah terik matahari tidak dirasakan memberatkan karena sepanjang jalan Tim Indonesia senantiasa menyanyikan lagu Halo-halo Bandung, Bangun Pemuda Pemudi, Garuda Pancasila dan lagu-lagu perjuangan lainnya. Pergerakan Tim Indonesia pun terpaksa agak tersendat karena begitu banyaknya pengunjung di sisi jalan yang meminta untuk melakukan selfie bersama Tim Indonesia.

KBRI London sangat mendukung partisipasi Komunitas Indonesia di Oxford pada kegiatan Cowlew Road Carnival yang merupakan sarana yang efektif dalam mempromosikan Seni dan Budaya Indonesia yang menarik dan beragam jumlahnya. Diharapkan kegiatan ini pada tahun-tahun mendatang dapat melibatkan instansi yang memiliki kapasitas seni dan budaya dari Indonesia seperti Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi Kreatif atau Dinas-dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Daerah di Indonesia agar dapat ditampilkan sajian seni-budaya Indonesia dalam skala yang lebih masif.