Sinergi Promosi Investasi dan Perdagangan di Seluruh Eropa

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global, KBRI London bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London dan Indonesia Invesment Promotion Center (IIPC) London menyelenggarakan pertemuan seluruh pejabat fungsi ekonomi Perwakilan Indonesia di Eropa pada tanggal 5 – 6 April 2017. Pertemuan koordinatif tersebut guna memberikan update terkini kondisi makro ekonomi Indonesia maupun Eropa, mendorong sinergi dan integrasi program kegiatan promosi, menggali permasalahan-permasalahan yang dihadapi Perwakilan RI di Eropa dalam melaksanakan misi diplomasi ekonomi, serta menentukan langkah-langkah koordinatif berdasarkan best practices dari berbagai kawasan di Eropa. Upaya ini dirasakan penting guna melaksanakan promosi investasi dan perdagangan di masa depan yang efektif dengan melibatkan Bank Indonesia, IIPC dan seluruh Perwakilan RI di London serta menetapkan peta jalan promosi investasi dan perdagangan di tahun 2017 guna mencapai target yang ditetapkan.

Dalam pembukaannya, Duta Besar RI untuk London, Dr. Rizal Sukma menyampaikan bahwa diplomasi ekonomi merupakan fokus utama politik luar negeri pemerintah RI saat ini. Guna mengambil keuntungan dari kondisi makro ekonomi global, dan khususnya di Eropa, Duta Besar RI menyampaikan pentingnya sinergi seluruh Perwakilan RI di Eropa, terutama dalam merancang dan mengeksekusi strategi promosi investasi dan perdagangan terpadu di kawasan Eropa. Upaya ini perlu memperhatikan tantangan-tantangan yang ada pada pasar di Eropa, seperti demand produk yang berbeda di masing-masing negara, kondisi regulasi di Indonesia maupun negara setempat dan memperhatikan foneomena saat ini di Eropa seperti Brexit yang akan berdampak bagi perekonomian Eropa. Dalam kaitan ini, Duta Besar RI menekankan perlunya Blue Print Diplomasi Ekonomi sesuai dengan prioritas nasional RI. Belajar dari pengalaman menjalankan diplomasi ekonomi di Inggris, Duta Besar RI menyampaikan perlunya 3 hal dalam menjalankan diplomasi ekonomi yaitu bagaimana meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara Eropa, bagaimana meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Indonesia serta pentingnya pemetaan instrumen dan mode pembiayaan yang tersedia di Eropa dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Duta Besar RI lebih lanjut juga menyampaikan pentingnya dilakukan mapping fokus atau prioritas perdagangan maupun investasi di dan dari masing-masing negara akreditasi.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Dirjen Amerop) Kementerian Luar Negeri, Muhammad Anshor, dalam keynote speech menegaskan kembali pentingnya pemetaan potensi investasi di masing-masing negara akreditasi, dan mix and match potensi investasi dari pemerintah daerah dengan ketersediaan investor khususnya dari Eropa. Lebih lanjut, dengan memperhatikan target-target yang hendak dicapai Pemerintah Perwakilan RI di Eropa perlu lebih aktif dalam melakukan pendekatan kepada berbagai stakeholder untuk mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi. Dirjen Amerop mencatat pentingnya institutional support guna mendukung pelaksanaan misi diplomasi ekonomi Perwakilan RI. Dukungan ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, baik regulasi domestik dan sumberdaya. Dirjen Amerop menekankan pentingnya jejaring kerja dan komunikasi antara pejabat fungsi ekonomi di perwakilan RI yang nantinya diarahkan agar secara strategis dapat membantu meningkatkan kinerja Perwakilan RI sebagai ujung tombak dari diplomasi ekonomi Indonesia.

Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI London Vitto R. Tahar dalam kesempatan ini mengemukakan upaya sinergi dan koordinasi saat ini sangat tepat tidak saja antara fungsi ekonomi perwakilan RI tetapi juga dengan stakeholders utama seperti Perwakilan BI, BKPM dan Kemendag di luar negeri. Ditambahkan pula bahwa kebutuhan untuk membentuk suatu forum koordinasi dan komunikasi di antara pejabat fungsi ekonomi dan perdagangan di kawasan Eropa dirasakan perlu mengingat perekonomian kawasan Eropa yang sudah  terintegrasi terutama di bawah payung Uni Eropa. Fenomena Brexit juga semakin menambah penting inisiaitif ini guna memungkinkan kemudahan pertukaran informasi yang relevan dan best practices antara pejabat fungsi ekonomi dan perdagangan di kawasan Eropa. Dalam konteks memperkuat kerja sama ini telah dirintis juga oleh Kemenlu melalui kesepakatan kerja sama dengan Bank Indonesia. Dalam hal ini Perwakilan Bank Indonesia London menyatakan siap dengan dukungan update informasi, analisa dan data terkait dengan kondisi makro ekonomi Eropa. Sedangkan IIPC London juga telah menyiapkan guidelines yang memuat informasi lengkap mengenai perkembangan kebijakan investasi, sektor prioritas, prosedur melakukan investasi di Indonesia dan berbagai informasi relevan lainnya. Bentuk sinergi dari Perwakilan RI di Eropa dengan menyiapkan program-program kegiatan promosi investasi dan perdagangan yang dapat dilaksanakan secara terpadu antar Perwakilan RI. Lebih lanjut, Vitto juga mengemukakan bahwa melalui rakor diharapkan dapat menghasilkan peta kebutuhan investasi di seluruh provinsi di Indonesia dan potensi investor dari Eropa guna menuju kegiatan promosi investasi di daerah di negara-negara Eropa menjadi lebih terarah dan efektif. Sinergi antara perdagangan dan investasi sangat diperlukan dalam mencapai target perdagangan. Identifikasi investasi untuk ekspor perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas ekspor Indonesia. Pembangunan koordinasi antar perwakilan dalam pencarian buyer dan identifikasi potential buyer sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perdagangan intra negara di Eropa yang melalui hub negara di Uni Eropa