RESEPSI DIPLOMATIK KBRI LONDON: INDONESIA SIAP BERKONTRIBUSI SEBAGAI ANGGOTA TIDAK TETAP DEWAN KEAMANAN PBB 2019-2020

LONDON, 5 Oktober 2017 —- Kedutaan Besar Republik Indonesia di London menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Ulang Tahun TNI. Acara yang bertempat di KBRI London tersebut dihadiri Duta Besar Karen Pierce CMG, Direktur Jenderal untuk urusan Politik, Kementerian Luar Negeri Inggris yang bertindak sebagai Tamu Kehormatan.

Acara resepsi diplomatik tersebut dihadiri tidak kurang dari 200 orang yang terdiri dari sejumlah duta besar, atase pertahanan dan kalangan diplomatik, disamping pejabat dari kalangan Pemerintah Inggris, pengusaha dan mitra kerja KBRI London.

Dalam sambutannya, Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr Rizal Sukma, menyampaikan bahwa dalam rentang waktu 72 tahun, Indonesia telah berperan aktif menjaga ketertiban dan perdamaian dunia dengan berinisiatif memfasilitasi dialog dalam berbagai forum (dialogue among civilizations) melalui prinsip-prinsip kemanusiaan universal. Sebagai bagian dari masyarakat internasional, Indonesia memandang keragaman dalam hal budaya dan aspek kehidupan sosial lainnya sebagai kekuatan utamanya. Hal ini juga yang mendorong Indonesia untuk kembali berkontribusi dalam ikut membangun dan mempromosikan perdamaian dan keamanan dunia.

Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia menyadari bahwa tugas-tugas yang diemban oleh Dewan Keamanan PBB dalam melakukan upaya-upaya diplomasi (preventive diplomacy) dan mediasi, menjaga perdamaian, memerangi terorisme dan perlucutan senjata bukanlah sebagai hal yang mudah. Dalam lingkup ASEAN, Indonesia bersama negara anggota ASEAN lainnya terus berupaya melakukan preventive diplomacy baik di kawasan Asia Tenggara maupun dalam konteks yang lebih luas melalui ASEAN Regional Forum. Sejarah mencatat bahwa Indonesia telah banyak berpartisipasi dalam berbagai misi perdamaian dunia dan upaya ini akan terus dilakukan pada masa mendatang bersama masyarakat internasional.

Disamping itu, Dubes Rizal Sukma juga menegaskan bahwa masalah perubahan iklim, bencana alam dan kemiskinan dapat menjadi ancaman bagi kehidupan manusia sebagaimana perang dan konflik bersenjata. Indonesia berperan aktif memberikan bantuan kemanusiaan pada mereka yang membutuhkan baik dikarenakan bencana alam maupun sebagai korban perang atau konflik bersenjata.

Dalam hal ini, sebagai anggota ASEAN, Indonesia terus meningkatkan kapasitas dalam menjalankan peran diplomasi sejalan dengan upaya global yang telah berjalan selama ini. Melalui kerangka ini Indonesia terpanggil untuk berperan aktif dalam Dewan Keamanan PBB. Pengalaman Indonesia melalui ASEAN merupakan modalitas kuat untuk berkontribusi secara signifikan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Untuk itu, Dubes Rizal Sukma mengajak berbagai pihak untuk memberikan dukungan penuh atas pencalonan Indonesia tersebut.

Dalam konteks bilateral, Dubes Rizal Sukma mengatakan bahwa agenda dan tujuan Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan Dunia sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Inggris. Hubungan bilateral yang sudah terbina sejak tahun 1949, menunjukan indikasi positif, dengan kecenderungan semakin kuat dan dekat dari tahun ke tahun. Kondisi ini sangat baik untuk memberikan kesempatan kepada kedua negara untuk terus mengembangkan dan meningkatkan peluang kerjasama dalam berbagai bidang di masa datang.

Diakhir sambutan, Dubes Rizal Sukma mengajak semua yang hadir dalam acara resepsi diplomatik tersebut untuk bersulang untuk Ratu Inggis dan demi semakin kuatnya hubungan bilateral Indonesia-Inggris.
Pada acara tersebut, Duta Besar Karen Pierce CMG, Direktur Jenderal untuk urusan Politik, Kementerian Luar Negeri Inggris menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Duta Besar Rizal Sukma dan seluruh jajarannya. Dubes Karen Pierce CMG juga menyampaikan salam dari Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson yang baru saja menghadiri Konferensi Partai Konservatif di Manchester. Dubes Karen Pierce CMG menceritakan pengalamannya bekerja di New York sepuluh tahun lalu dimana Indonesia memimpin sidang dalam pembahasan isu Ketahanan Pangan 2008-2009 dalam forum PBB. Berbagai kalangan sangat mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam mengurangi tingkat krisis pangan di beberapa negara saat itu.

Senada dengan Dubes Rizal Sukma, Dubes Karen Pierce CMG memandang bahwa Indonesia dapat mengambil peran lebih besar baik dalam konteks regional maupun global. Secara khusus, Dubes Karen Pierce CMG menilai bahwa aspek integritas, toleransi dan keberagaman yang telah hidup dan berkembang di Indonesia selama ini dapat menjadi model bagi negara-negara dari berbagai belahan dunia. Inggris akan terus meningkatkan kerjasama dengan Indonesia dalam berbagai aspek termasuk dalam upaya menegakkan Piagam PBB dan Forum Ekonomi Dunia. Diakhir sambutannya, Dubes Karen Pierce CMG juga mengajak Duta Besar Rizal Sukma dan seluruh hadirin untuk bersulang bagi meningkatnya hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Inggris.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan dan kemajuan Indonesia yang telah dicapai selama ini, diadakan pemotongan tumpeng oleh istri Duta Besar RI London, Hana A. Satriyo, yang dilanjutkan penyerahan kepala tumpeng kepada Tamu Kehormatan, Dubes Karen Pierce CMG sebagai bentuk kehormatan atas kehadirannya dan harapan agar semakin kokoh hubungan bilateral kedua negara.
Pada acara tersebut, disajikan kuliner khas Indonesia berupa Sate Ayam, Soto Bogor, Siomay Bandung, Nasi Gudeg Jogja, dan sejumlah jajanan pasar sambil menyaksikan Tari Mahesa Jenar Rorowilis yang ditampilkan oleh Wisnu Aji Wicaksono, Guru Tari dan Bahasa Indonesia yang tengah melakukan program residensi pada salah satu sekolah dasar di London beserta Ni Made Pujawati. Tarian ini diiringi Komunitas Gamelan Siswa Sukra yang didirikan pada tahun 1986 dan dipimpin oleh Peter Smith, salah seorang maestro dan guru gamelan di Inggris.

Disamping itu, para hadirin juga dihibur dengan penampilan luar biasa London Angklung Ensemble pimpinan Hana A. Satriyo yang memainkan tiga buah lagu, Es Lilin dari Jawa Barat, Yesterday yang merupakan salah satu hits grup band kenamaan Inggris the Beatles dan lagu Hari Merdeka. Penampilan tersebut mendapat sambutan sangat meriah dari para hadirin.

Tidak hanya itu, hadirin juga mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung proses membatik dengan canting yang diperagakan oleh Claire Drewe dan Jenn Adamson dari Batik Guild, suatu organisasi nirlaba para pecinta Batik di Inggris yang didirikan pada tahun 1986.

KBRI London, 5 Oktober 2017