Pengajar Gamelan Indonesia dielukan pegiat dan mahasiswa seni Skotlandia

Kedatangan pengajar gamelan asal Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Prasadiyanto, pada akhir bulan Maret 2017 ini, disambut suka cita oleh akademisi, pegiat dan mahasiswa Royal Conservatoire of Scotland (RCS), perguruan tinggi bidang seni terbaik ketiga di dunia. Kehadiran Prasadiyanto di RCS sejak lama dinantikan para mahasiswa dan komunitas pecinta gamelan di Skotlandia.

“Kedatangan pengajar gamelan di Inggris merupakan inisiatif KBRI London bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Hal ini sebagai bentuk upaya mempopulerkan kebudayaan Indonesia di Inggris”, tegas Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Prof. E. Aminudin Aziz, yang secara langsung mengantar Pras ke RCS.

Prof. Amin lebih lanjut menjelaskan bahwa dipilihnya gamelan utamanya adalah atas pertimbangan kian banyaknya jumlah peminat gamelan di Inggris. Diperkirakan terdapat sekitar 150 set alat gamelan di Inggris dengan jumlah komunitas pecinta gamelan yang terus meningkat.

Prasadiyanto direncanakan akan melatih gamelan di RCS dan beberapa komunitas gamelan di Skotlandia selama 3 bulan ke depan. Selain melatih, Prasadiyanto juga akan membantu menyiapkan materi untuk rencana pagelaran pertunjukan gamelan di Skotlandia, termasuk konser gamelan pada tanggal 14 Juni 2017 dan konser simfoni akbar pemutaran film bisu “Setan Jawa karya Garin Nugroho dengan komposisi gamelan oleh Rahayu Supanggah di kota Glasgow. Kesepakatan kerja sama perhelatan kedua konser tersebut telah disepakati dengan pihak RCS yang diwakili oleh Direktur Musik RCS Gordon Munro.

Dalam waktu dekat beberapa pengajar gamelan lainnya juga akan didatangkan dari Indonesia untuk melatih gamelan di sejumlah perguruan tinggi ternama di Inggris yang berlomba-lomba meminta dijadikan sebagai basis pengajaran dan pelatihan gamelan.

Masih dalam upaya mempromosikan Indonesia, KBRI London bekerja sama dengan Kemdikbud juga akan mendatangkan tenaga pengajar bahasa dan budaya Indonesia untuk mengajar di sejumlah sekolah dasar dan menengah serta komunitas pecinta Indonesia di Inggris. KBRI London optimis bahwa seiring dengan meningkatnya intensitas upaya mempromosikan kebudayaan Indonesia, pemahaman dan kecintaan publik Inggris terhadap Indonesia akan kian menguat.