LEBIH DARI 1000 WARGA NEGARA INDONESIA HADIRI ACARA TEMU MASYARAKAT DALAM RANGKA HUT KE-72 RI DI LONDON

LONDON, 12 Agustus 2017—- KBRI London telah menyelenggarakan acara Temu Masyarakat, Pagelaran Seni-Budaya dan Kuliner Indonesia, yang bertempat di Wisma Nusantara, kediaman resmi Duta Besar RI London. Acara yang dihadiri lebih dari 1000 pengunjung yang terdiri dari Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Inggris tersebut dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr Rizal Sukma pada saat membuka acara menyampaikan ungkapan kebahagiaan melihat begitu banyaknya pengunjung yang datang dalam acara yang digelar setahun sekali tersebut. Dubes Rizal Sukma menerangkan bahwa Acara Temu Masyarakat nampaknya sudah menjadi acara yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia yang tinggal di London dan sekitarnya karena merupakan kesempatan bagi mereka untuk melepas rindu untuk bertemu dengan masyarakat Indonesia lainnya sambil menikmati beragam sajian kuliner khas Indonesia seperti Bakso, Sate Ayam dan Kambing, Pempek, Gado-gado, Es teler dan beragam lainnya. Disamping itu, Dubes Rizal Sukma menegaskan pentingnya untuk selalu memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa sebagai modal utama pembangunan Indonesia menuju masyarakat yang maju dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Hal senada diungkapkan Nur Rahman Setiyoko, Koordinator Pelaksana Acara Temu Masyakat. Dengan mengenakan blangkon khas Jawa, Mas Nur, sapaan yang biasa dikenakan kepada Atase Perdagangan KBRI London tersebut, mengatakan bahwa acara Temu Masyarakat juga dimaksudkan memberikan kesempatan kepada Masyarakat Indonesia di Inggris untuk mengenalkan produk-produk Indonesia baik melalui penampilan fashion show di panggung acara maupun pajangan produknya di stall yang telah disediakan. Pihaknya berharap bahwa hal ini dapat lebih memotivasi masyarakat Indonesia untuk menembus pasar Inggris melalui display produk-produk tersebut di beberapa gerai ternama di Inggris.

Kehadiran para mahasiswa Indonesia asal Papua yang menampilkan beberapa tarian khas Papua membuat suasana lebih semarak. Cuaca mendung yang sempat muncul di awal acara, mendadak sirna pada saat para pengunjung bergabung bersama menarikan tarian yang diajarkan saat itu juga. Gerakan kaki dan tangan yang begitu lincah dan harmonis memunculkan sebuah kebersamaan dan kekompakan yang menawan.

Kehangatan suasana bertambah saat Ana Aldiana dan Fia Almanda, ibu dan anak yang pernah memukau penonton Inggris saat masuk sebagai semifinalis kontes bakat Britain Got Talent 2016, menyanyikan lagu pembuka Alusia. Tak pelak lagi, sebagian Warga Negara Indonesia baik yang menyandang marga Batak maupun warga lainnya langsung turun ke lapangan menari bersama dengan gerakan tari Tor Tor dari Sumatera Utara. Beberapa sajian lagu lainnya yang berirama dangdut, rock maupun pop disambut dengan riang gembira oleh para pengunjung yang menari bersama di atas rumput dekat panggung acara.

Sementara di salah satu sudut taman Wisma Nusantara, tampak Dr Jonathan Agranoff, MD, MSc yang begitu serius berdiskusi dengan salah seorang pengunjung lainnya. Dr Jonathan yang sangat fasih berbahasa Indonesia dan lebih dikenal dengan panggilan “Doktor Tempe”, merupakan dokter medis ahli nutrisi berkebangsaan Inggris yang menekuni dan melakukan berbagai penelitian secara mendalam mengenai tempe. Penulis buku “A Concise Handbook of Indonesian Tempe” dan Mantan Konsultan Pengembangan Tempe serta Koordinator Program PBB di Indonesia tersebut sudah sejak lama mempromosikan tempe dengan kualitas yang sangat baik, yang menurutnya sangat disukai oleh orang-orang dari negara maju.

Acara Temu Masyarakat juga menawarkan berbagai hadiah menarik dalam bentuk door prize yang dapat diperoleh melalui pembelian raffle tiket. Hadiah grand prize berupa tiket kelas bisnis London-Bali PP yang disediakan oleh Kantor Garuda Indonesia yang berbasis di London, dimenangkan oleh seorang ibu yang tinggal di London. Sementara hasil penjualan raffle tiket disalurkan kepada Palang Merah Indonesia.

Amrin Husein, salah seorang ex patriat Indonesia yang telah sepuluh tahun bekerja di Texas, Amerika tampak juga hadir bersama istrinya pada acara Temu Masyarakat. Ia mengatakan bahwa saat ini ia sedang mendapat tugas di London selama 4 minggu. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk membeli berbagai kudapan ringan Indonesia seperti kacang atom, kerupuk ikan tenggiri, dan lain sebagainya. Amrin merasa senang melihat masyarakat Indonesia di London yang sangat antusias mengikuti jalannya acara mulai dari pukul 10 pagi sampai hampir pukul 6 sore.

Acara Temu Masyarakat ditutup dengan alunan merdu grup band yang para musisinya terdiri dari beberapa staf KBRI London dan anggota masyarakat lainnya. Pimpinan grup band tersebut, Bonnie, yang sehari-hari bertugas sebagai Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi KBRI London, nampak begitu asyik menabuh drumb saat memainkan lagu pamungkas berjudul Pupus dari grup band kenamaan Indonesia Dewa 19.

 

 

Fungsi Pensosbud KBRI London