Kolaborasi seni budaya Indonesia, Inggris, India, Singapura dan Jepang di Universitas Royal Holloway

LONDON, Mei 2017—-Kecapi suling Cianjuran yang dimainkan dengan merdu oleh Dr Lili Suparli dan Dr Simon Cook membuka pagelaran kolaborasi seni dan budaya yang digagas oleh Professor Matthew Isaac Cohen, Professor of International Theater dari Departemen Seni Tari, Teater dan Drama, Universitas Royal Holloway pada 25 Mei 2017. Tembang Rajah yang merupakan ritual acara pembukaan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dan sambutan selamat datang sejenak menghadirkan nuansa Cianjuran di Ruang Teater Handa Noh sore itu. Petikan kecapi Dr Lili Suparli dan tiupan suling Dr Simon Cook pada tembang Bulan Langlayang Peuting dan Sariak Layung membawa hadirin seolah-olah tengah berada di bumi Parahyangan.

Sementara permainan Degung Sunda oleh para musisi Indonesia, Inggris dan Jepang yang menampilkan tembang Manintin Serang, Bungur dan Sekar Manis menyajikan harmonisasi musik yang sangat mempesona. Begitu terasa betapa musik adalah bahasa universal yang menyatukan orang-orang dengan latar belakang budaya dan negara yang berbeda.

Pada paruh kedua pertunjukan, ditampilkan kolaborasi seni budaya yang diberi judul Not Just A Collaboration, yang melibatkan seniman dengan latar belakang keahlian gamelan, seni tari, wayang golek dan wayang kulit serta pencak silat Indonesia, musik petik Finlandia, seni tari Singapura-Malay, Seni Drama India dan Seni Tarik Suara Jepang serta tari kontemporer dan teater eksperimental dari Inggris. Paduan seni tari dan teatrikal yang dikombinasikan dengan gerakan wayang golek dan wayang kulit sambil mengikuti hentakan kendang Sunda membuka cakrawala baru, keluar dari pakem tradisional yang membungkus ruang geraknya selama ini. Masing-masing menggunakan bahasa dan gerak yang merupakan ciri khas karakter budayanya, memberikan pesan bahwa keberagaman merupakan suatu aset yang harus dipelihara dan dilestarikan karena merupakan keniscayaan secara natural.

Kolaborasi seni budaya yang menggambarkan beragam karakter manusia tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Professor Matthew Cohen yang notabene adalah seorang dalang dan pakar drama, merupakan hasil latihan bersama beberapa seniman dari berbagai negara diantaranya dari Indonesia yang diwakili Dr Lili Suparli dan Ahmad Farmis, S. Sen. Keduanya merupakan staf pengajar pada Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang tengah menjalankan program Residensi yang dilaksanakan oleh KBRI London.

KBRI London mengapresiasi kegiatan Kolaborasi Seni Budaya yang dilaksanakan oleh Universitas Royal Holloway tersebut dan berharap agar dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada masa mendatang. Kegiatan tersebut dapat memberi kesempatan kepada masyarakat Inggris untuk lebih mengenal dan mengapresiasi budaya Indonesia yang unik dan beraneka ragam.