Kepala BKPM Sampaikan Peluang Investasi Indonesia Kepada Pengusaha Inggris

 

London, 29 September 2016 – BKPM bekerja sama dengan KBRI London, Badan Pengusahaan Kawasan Tanjung Pinang, UK-ASEAN Business Council, Asia House, dan Allen & Overy menggelar acara “Business Forum: Infrastructure Investment Opportunity in Indonesia” bertempat di KBRI London. Forum dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris dan Irlandia Dr. Rizal Sukma, dan dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.

Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar Rizal Sukma menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi baik dari segi sumber daya alam maupun segi jumlah penduduk usia produktif. Namun diakui bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan untuk memanfaatkan seoptimal mungkin potensi yang dimiliki. Dalam hal ini pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen Indonesia sebagai negara dengan sistem ekonomi yang terbuka dan transparan serta dalam mendorong terus upaya reformasi.


Thomas Lembong menjelaskan, forum yang dihadiri sekitar 130 pengusaha Inggris ini penting bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Inggris, mengingat Inggris merupakan Negara asal investasi terbesar ke-7 di Indonesia, sementara Indonesia adalah Negara tujuan outward investment Inggris terbesar ke-14 pada periode 2011 sampai Semester 1 tahun 2016. Menurut data Financial Times, Indonesia menerima 1% dari total FDI ke dunia atau 23% dari total FDI Inggris ke ASEAN.

Realisasi investasi Inggris di Indonesia sejak tahun 2011-Semester 1 2016 mencapai US$ 4,6 miliar dengan proporsi investasi terbesar berasal dari sektor kimia dan farmasi sebesar 55%, industri makanan 19.6%, dan tanaman pangan dan perkebunan 12.5%.

Lebih lanjut Thomas Lembong menyinggung upaya reformasi kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia guna memperbaiki iklim investasi seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pelayanan Investasi Tiga Jam dan Konstruksi Langsung, penyederhaan perizinan, insentif pajak, dan pusat logistik berikat. Turut disampaikan peluang investasi di Indonesia, khususnya pada sektor infrastruktur.

Selain Kepala BKPM, turut memberikan paparan adalah Walikota Tanjung Pinang yang mempromosikan peluang investasi infrastruktur di Kota Tanjung Pinang, perwakilan dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang menyampaikan peluang investasi pada infrastruktur prioritas, Kantor Hukum Allen & Overy mengenai Aspek Hukum dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia, dan PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) mengenai kebutuhan investasi infastruktur di Indonesia serta peran PT SMI sebagai perusahaan pendanaan infrastruktur.