KBRI LONDON PERINGATI HARI BURUH INTERNASIONAL SELENGGARAKAN SEMINAR HAK PEKERJA DOMESTIK

SIARAN PERS KBRI LONDON
011/PR.PROTKONS/V/LONDON/2018

 

KBRI LONDON PERINGATI HARI BURUH INTERNASIONAL SELENGGARAKAN SEMINAR HAK PEKERJA DOMESTIK

 

London, 13 Mei 2018: Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Kedutaan Besar Republik Indonesia di London bekerja sama dengan Kalayaan, lembaga swadaya masyarakat pekerja migran di Inggris Raya, menyelenggarakan seminar berjudul “Knowing Your Rights: Immigration Updates and The Protection of Overseas Domestic Workers in The United Kingdom” pada hari Minggu, 13 Mei 2018 yang lalu. Seminar dihadiri oleh sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari para pekerja domestik asing dan pejabat konsuler perwakilan asing yang berada di London.

Wakil Kepala Perwakilan RI-London Adam M. Tugio membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan penghargaan atas kerja sama yang baik yang selama ini telah terjalin antara KBRI London dengan Kalayaan dalam rangka perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di Inggris Raya.

Pekerja domestik merupakan pekerja yang rentan terhadap praktek modern slavery dan human trafficking. Pemerintah Inggris raya di satu sisi telah menerbitkan Modern Slavery Act pada tahun 2015, namun di sisi yang lain belum menjadi Negara Pihak International Convention on the Protection of the Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families yang menjamin perlindungan terhadap pekerja migran. Untuk itu, guna mendukung upaya yang telah dilakukan pemerintah Inggris Raya, perlu kerja sama lintas sektor guna menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja domestik.

Narasumber dari Kalayaan, Rita Gava dan Alex Millbrook, menyampaikan paparan mengenai perbedaan peraturan keimigrasian bagi para pekerja domestik yang masuk ke Inggris Raya sebelum tanggal 5 April 2012 ketika terjadi pengetatan peraturan keimigrasian dan para pekerja domestik yang masuk ke Inggris Raya setelah tanggal tersebut. Selain itu, disampaikan pula penjelasan mengenai bentuk-bentuk modern slavery dan upaya yang bisa dilakukan pekerja domestik untuk dapat menjamin terlaksananya pemenuhan hak-hak dan perlindungan yang bisa diakses ketika terjadi penganiayaan atau pelanggaran hak sebagai pekerja domestik. Kalayaan sebagai first responder yang ditunjuk Pemerintah Inggris Raya diberikan kewenangan untuk mengidentifikasi korban potensial human trafficking kepada National Referral Mechanism.

Selanjutnya, Dr. Hannah Theodorou dan Dr. Katherine Taylor dari swadaya masyarakat Doctors of the World menyampaikan tentang hak kesehatan bagi pekerja domestik, terlepas dari status keimigrasian. Narasumber menyampaikan bahwa berdasarkan aturan dari National Health Service, pekerja domestik yang undocumented berhak mendapatkan layanan kesehatan dasar di GP tanpa harus menyampaikan alamat tempat tinggal. Mereka juga menawarkan bantuan kesehatan secara gratis bagi pekerja domestik yang kesulitan mengakses layanan kesehatan di klinik cuma-cuma yang diselenggarakan 3 (tiga) kali seminggu.

Kedutaan Besar Republik Indonesia-London