KBRI London fasilitasi promosi produk UKM Indonesia di Pameran Autumn Fair 2016 di Birmingham, Inggris

Birmingham, 7 September 2016 — – KBRI London telah memfasilitasi lima UKM asal Indonesia untuk melakukan promosi produk di Pameran Autumn Fair 2016, salah satu pameran dagang produk rumah dan kerajinan terbesar di Inggris. Pameran berlangsung pada tanggal 4-7 September 2016 di National Exhibition Centre (NEC) Birmingham, Inggris.

Selama 4 hari pameran, kelima UKM telah melakukan pertemuan bisnis dengan lebih dari 100 pelaku usaha (buyers) untuk kesepakatan perdagangan dan mendapatkan pemesanan produk hingga mencapai sekitar Rp 100 juta.

Kelima UKM yang mengikuti pameran dagang tersebut adalah Aninda Furniture dengan produk mebel dan kerajinan kayu dari Solo, Yuka Stoneart dengan produk ornamen batu dari Yogyakarta, Emeno dengan produk pakaian ibu menyusui, Gerai Nusantara dengan produk kerajinan, dan CV Wita Hara Kirana dengan produk perhiasan mutiara.

Menurut Dr. Rizal Sukma, Dubes RI London, fasilitasi KBRI London merupakan bagian dari upaya untuk mendorong nilai perdagangan Indonesia dengan Inggris. “Setiap tahunnya, KBRI London melalui fungsi ekonomi dan atase perdagangan memfasilitasi keikutsertaan para UKM di berbagai pameran di Inggris dengan menyediakan space bagi UKM di stand Indonesia. Harapan kami, langkah ini dapat membantu para UKM menjalin kerja sama dagang dengan pengusaha Inggris yang berujung pada peningkatkan angka ekspor produk Indonesia ke Inggris,” jelas Dubes Sukma. Fasilitasi KBRI London juga diberikan dalam bentuk pendampingan para UKM selama pameran oleh Counsellor Ekonomi, Vitto R. Tahar, dan Sekretaris Kedua Ekonomi, Atu Indarto.

Penyediaan fasilitasi bagi UKM untuk mengikuti pameran dagang di Inggris diapresiasi oleh kalangan UKM. Direktur Aninda Furniture, Biyp Mukhsen, memandang kesempatan yang diberikan oleh KBRI London kepada UKM sangat baik dan membantu pihaknya untuk mendapatkan buyers dan mengembangkan pasar ke Inggris. “Kami belum memiliki buyers dari Inggris. Beberapa produk kami telah diekspor ke beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Swiss, Jepang, India, dan Australia, namun belum ke Inggris. Kesempatan ini sangat berharga bagi kami untuk menjaring buyers dari Inggris,” paparnya.

Pameran Autumn Fair 2016 telah berlangsung sejak tahun 1990 dan dikhususkan bagi buyers produk rumah dan kerajinan. Setiap tahunnya Pameran Autumn Fair dihadiri oleh sekitar 27 ribu pengunjung dan diikuti oleh 1.400 peserta.