INGGRIS INGIN BELAJAR DARI INDONESIA TENTANG ISLAM DAN DEMOKRASI

London, 12 September 2017 — Dubes RI telah melakukan pertemuan dengan anggota Kaukus Indonesia di Parlemen Inggris yang tergabung dalam All-Party Parliamentary Group on Indonesia (APPGI) dalam rangka bertukar pikiran mengenai Islam, Demokrasi dan toleransi di Indonesia serta upaya meningkatkan kerja sama bilateral RI-Inggris pasca Brexit.

“Inggris ingin belajar bagaimana demokrasi dapat tumbuh subur dan berjalan beringinan di Indonesia yang memiliki mayoritas penduduk muslim”, begitu tukas Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma. Para anggota Parlemen |nggris yang tergabung dalam APPGI tertarik mempelajari mengenai kemajuan proses demokrasi dan toleransi umat beragama Indonesia. Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki proses demokratisasi yang progresif dan cepat. Di samping itu, Indonesia menjadi bukti dimana Islam dan demokrasi dapat bersinergi. Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama antara Parlemen Indonesia dan Inggris untuk saling bertukar pengalaman guna meningkatkan pemahaman, khususnya terkait kebebasan beragama dan toleransi.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI dan Parlemen Inggris juga membahas upaya memperkuat kerja sama di berbagai bidang, pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), utamanya di bidang perdagangan dan investasi. Dengan melihat tren positif nilai perdagangan sebesar 6% sejak tahun 2015, keduanya sepakat kerja sama perdagangan sangat potensial untuk dikembangkan ke depan.

APPGI adalah kaukus Indonesia yang keanggotaannya berasal dari berbagai Partai dan kamar (chamber) di Parlemen Inggris. Saat ini APPGI memiliki 12 orang anggota dan diketuai oleh anggota Parlemen dari Partai Konservatif yang sekaligus menjabat sebagai Trade Envoy Perdana Menteri Inggris untuk ASEAN dan Indonesia, yaitu the Hon. Richard Graham MP.

Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar bagi Indonesia dari negara-negara Eropa dengan nilai USD 2,48 miliar pada tahun 2016. Dalam hal investasi, Inggris menempati urutan ke-2 terbesar investor asal Eropa dengan nilai USD 306 juta pada tahun 2016. Pada tahun 2016, terdapat sekitar 42.000 WNI yang berkunjung ke Inggris. Sebaliknya, Inggris merupakan negara Eropa penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia dengan 328.000 orang pada tahun 2016.