Bali in Westminster, 24 Maret 2018

London – 24 Maret 2018. Warga Indonesia merayakan malam kesenian bertema Bali in Westminster dengan rangkaian pertunjukan tarian tradisional, gamelan dan wayang kulit di bawah arahan Profesor I Nyoman Sedana, profesor teater internasional di Institut Seni Indonesia Denpasar dan Visiting Academic di Center for Asian Theatre and Dance di Royal Holloway, University of London pada musim semi tahun 2018. Bertempat di KBRI London dan dihadiri oleh para undangan dari masyarakat Indonesia, serta sebagian besar penggiat seni dan mahasiswa yang merupakan warga Inggris, acara ini dibuka dengan sambutan dari Duta Besar RI di London, Dr. Rizal Sukma, dan diikuti oleh penampilan pembuka tamu istimewa, The London Angklung Ensemble. 

Center for Asian Theatre and Dance di Royal Holloway, University of London mengawali rangkaian acara malam kesenian dengan Gamelan Bali diikuti oleh Balinese dance-drama “Panji Semirang”. Tarian yang mengisahkan tentang pengembaraan seorang putri yang menyamar menjadi laki-laki ini, dikenal sebagai tarian tunggal dari Bali yang dibawakan oleh  penari wanita yang memakai pakaian laki-laki. Komunitas Center for Asian Theatre and Dance di Royal Holloway, University of London telah membawakannya secara berbeda dalam tarian kelompok pria dan wanita dan mendapatkan pujian hangat dari Duta Besar RI.

Dalam pertunjukan Wayang Kulit Shadow Theatre, Profesor I Nyoman Sedana membawakan kisah “The Death of Indrajit” dari wiracarita Ramayana. Indrajit adalah tokoh dalam pewayangan Hindu yang merupakan salah satu putra Rahwana dan kemudian menjadi putra Mahkota Kerajaan Alengka. Niatan untuk membalas dendam kematian saudaranya di perang telah menuntunnya untuk mengungkap kebenaran dan kematiannya sebagai penebus kesalahan penciptanya, Wibisana. Profesor I Nyoman Sedana membawakan kisah ini dengan penuh semangat melalui suara sang profesor yang menjadi ciri khasnya tersendiri, diiringi alunan gamelan sebagai latar, mampu membawa penonton terpukau secara emosional terlebih untuk para penonton anak-anak. Wayang Kulit Shadow Theatre turut dibantu oleh Peter Maurer sebagai pendongeng dan Paula Friar sebagai penggubah musik. Wayang Kulit Shadow Theatre telah memukau para penonton sebagai pertunjukan penutup Bali in Westminster.

Lihat disini untuk melihat dokumen foto lainnya