PANTAI BERPASIR HADIR DI POTTERSFIELD PARK LONDON PADA AJANG INDONESIA WEEKEND 2018 10 SEPTEMBER 2018

SIARAN PERS KBRI LONDON

016/PR.PEN/IX/LONDON/2018

PANTAI BERPASIR HADIR DI POTTERSFIELD PARK LONDON PADA AJANG INDONESIA WEEKEND 2018 10 SEPTEMBER 2018

London, 10 September 2018. Kegiatan promosi seni budaya bertajuk Indonesian Weekend 2018 kembali digelar setelah sukses dilaksanakan selama 2 tahun terakhir ini di London. Kegiatan yang dimulai tahun 2016 tersebut dimotori oleh Bangga Indonesia Ltd. pimpinan Endang Argo bekerjasama dengan KBRI London dan Kementerian Pariwisata serta beberapa pemangku kepentingan lainnya di Indonesia.

Duta Besar RI untuk Inggris raya, Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional pada acara pembukaan Indonesian Weekend 2018 menyatakan bahwa kegiatan Indonesian Weekend merupakan medium promosi seni dan budaya Indonesia kepada publik Inggris. Melalui kegiatan ini diharapkan publik Inggris lebih mengenal Indonesia dan dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia.

Indonesian Weekend pada tahun 2018 mengambil tema “Warm Destination”, dimana anjungan berpasir yang didatangkan dengan volume sekitar 50 ton pasir putih menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Di tengah anjungan ini ditempatkan gubuk yang menyajikan minuman dingin serta beberapa tempat duduk yang tergantung (hammock).

Kehadiran “pantai berpasir” di Pottersfield Park menarik perhatian pengunjung, tidak hanya anak-anak yang nampak asyik bermain, namun juga sejumlah orang dewasa yang menikmati dengan duduk bersantai sambil menyaksikan berbagai penampilan menarik seni dan budaya Indonesia diatas panggung.

Selama 2 hari akhir pekan, 8-9 September 2018, masyarakat Inggris menikmati berbagai sajian tarian, musik dan kuliner Indonesia di kawasan ikonik di London tersebut. Salah satu paviliun yang mengundang banyak perhatian pengunjung adalah paviliun demo masak Chef Degan yang menerangkan dan mempraktekan bagaimana memasak sate maringgi, soto ayam, gado-gado, nasi goreng dan rendang.

Paviliun yang juga mengundang perhatian pengunjung adalah paviliun seni “tatoo” tangan dan wajah Henna yang disponsori oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengunjung harus bersabar mengantri cukup panjang untuk dapat dilukis dengan indah pada tangan atau wajah dengan tinta yang dapat bertahan paling lama sampai 2 minggu.

Antrian cukup panjang juga tampak pada paviliun yang menyajikan makanan khas Indonesia, diantaranya rendang dan nasi campur, mie bakso, sate ayam dan minuman kelapa hijau. Hampir seluruh area rumput di Pottersfield dipenuhi para pengunjung dimana mereka duduk lesehan menikmati kuliner Indonesia sambil menyaksikan penampilan silat, tari-tarian dan alunan musik tradisional. Tidak kurang dari 40.000 orang diperkirakan berkunjung ke acara Indonesian Weekend yang berlangsung selama dua hari di dekat Tower Bridge.

KBRI London berharap agar kegiatan Indonesian Weekend dapat secara berkesinambungan dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan agar upaya untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada publik Inggris dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan pada masa mendatang.